Hei rakyat Amerika. Belakangan ini, semua orang membicarakan negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat.
Saya ingin berbicara langsung kepada kalian dan menjelaskan mengapa mayoritas orang Iran sama sekali tidak optimis.
Kami tahu, entah kesepakatan tidak akan tercapai, atau kalaupun tercapai, tidak akan bertahan lama. Ini bukan soal perasaan. Ini soal pengalaman masa lalu dan bukti sejarah.
Mari kita kembali ke masa pemerintahan Obama. Setelah serangkaian negosiasi yang panjang, ia membuat kesepakatan nuklir dengan Iran yang dikenal sebagai JCPOA.
Dalam kesepakatan itu, kami berkomitmen untuk membatasi aktivitas nuklir dan pengayaan uranium. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat berkomitmen untuk mencabut semua sanksi dan Iran mematuhi semua komitmennya menurut berbagai laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Tapi bagaimana dengan Obama ? Ia bukan hanya tidak mencabut sanksi, tapi justru menambahnya. Lalu Trump, pada masa jabatan pertamanya, secara sepihak menarik diri dari kesepakatan itu dan membuangnya begitu saja.
Jadi, kami rakyat Iran, sampai pada satu kesimpulan yang jelas: kami tidak bisa mempercayai orang Amerika, baik Demokrat maupun Republik. Para pemimpin kalian tidak pernah menepati janji, baik yang mereka janjikan kepada kalian saat kampanye, maupun yang mereka janjikan kepada kami di meja perundingan.
Jadi, saya juga ingin kalian tahu, kami sedang bernegosiasi ketika Amerika menyerang Iran dan memulai perang. Kami berada di meja perundingan ketika Amerika membombardir fasilitas nuklir kami. Dan saat kami masih berada di tengah negosiasi, Amerika membunuh pemimpin tertinggi kami serta puluhan komandan dan pejabat tinggi kami.
Bahkan Trump sendiri mengakui bahwa ia menggunakan negosiasi sebagai rencana tipu daya untuk mengejutkan rakyat Iran. Karena saat sedang bernegosiasi, tentu saja tidak ada yang mengira akan diserang.
Coba tempatkan diri kalian di posisi kami. Selama lebih dari 40 tahun, Amerika selalu mengkhianati kami dalam setiap negosiasi. Jadi, mengapa kami harus percaya lagi ?
Bahkan kalian, orang Amerika, kini sudah tidak percaya lagi pada para pemimpin kalian sendiri yang penuh pengkhianatan.
Dan sebagai penutup, kami, rakyat Iran, lebih memilih dibom dan terbunuh dengan kehormatan, daripada tunduk di hadapan politisi kalian yang korup dan bejat, lalu membuat kesepakatan dengan mengorbankan martabat dan kedaulatan kami. Titik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar