MENCARI TITIK TEMU - 1 : MEMBELA DAN MENDUKUNG YANG TERZALIMI


Fitrah manusia adalah menyukai / mencintai kebenaran dan kebaikan. Oleh karena itu, setiap manusia tidak suka dan membenci kezaliman dan karenanya tidak ingin dizalimi. Dan karenanya, setiap orang pada dasarnya membenci kezaliman dan penindasan, dan karenanya membenci penindas serta membela yang tertindas. Jika nampak tidak membela yang tertindas, bisa jadi tidak berani untuk melawan, namun dalam hati mengutuknya seraya berdoa agar Allah membalas penindas atau yang zalim.

Ayatullah Ali Khamenei telah berkata bahwa dunia telah terbagi /  terbelah menjadi 2, yaitu pihak yang menindas dan pihak yang ditindas.

Tinggal pertanyaannya, kita berada di pihak yang mana, pihak yang tertindas atau pihak yang menindas, membela yang tertindas atau membela yang menindas ?

Membela yang menindas sama saja dengan melakukan penindasan. Namun demikian, seringkali membela yang tertindas seringkali membuat kita takut, takut juga ditindas oleh penindas.

Sebagai contoh, negara yang mendukung / membela Iran atau bekerjasama dengan Iran akan dikenakan sanksi oleh Amerika. Dan akhirnya kita menjadi takut untuk bekerjasama dengan Iran.

Demikian juga, jika kita secara vokal menyatakan dukungan atau pembelaan kita terhadap Palestina dan juga Iran di media-media sosial, maka kita akan terkena sanksi atau diblokir dari media-media sosial. 

Tapi ini semakin menunjukkan bahwa pihak yang kita bela benar-benar adalah pihak yang terzalimi sehingga begitu vokal bersuara maka media sosial yang dikuasai oleh pihak penindas tidak suka akan postingan Anda sehingga memblokir Anda.

Salah satu yang nampaknya banyak yang mensepakati sebagai pihak yang tertindas / terzalimi, bahkan mayoritas umat manusia, adalah PALESTINA.

Setiap Nabi diutus bukan hanya untuk menyampaikan risalah, melainkan juga untuk membela yang tertindas.

Oleh karena itu, membela Palestina bukan hanya kewajiban umat Islam, melainkan juga seluruh umat beragama.

Karena agama adalah untuk manusia dan menjunjung tinggi kemanusiaan, maka membela Palestina bahkan merupakan kewajiban seluruh umat manusia yang memiliki rasa kemanusiaan.

Che Guevara berkata : "Jika Anda bergetar dengan geram setiap melihat ketidakadilan maka Anda adalah kawan saya."

Jika Anda dapat melihat apalagi merasakan penderitaan dan ketidakadilan yang diderita oleh penduduk Palestina, maka sungguh kita adalah saudara. Dalam hal ini, Ali bin Abi Thalib berkata : "Jika dia bukan saudaramu dalam agama (tidak seiman), maka dia adalah saudaramu dalam kemanusiaan."

Tinggal pertanyaannya, beranikah membela kebenaran dan kemanusiaan ???

Ayatullah Ali Khamenei berkata : "Jangan takut pada label manusia ketika membela yang tertindas. Sejarah tidak akan bertanya kita dari mazhab mana, tetapi di mana kita berdiri saat kezaliman merajalela. Kebenaran tidak diukur dari label, tetapi dari keberanian diri melawan kezaliman."

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?


Salam Cerdas Beragama, Bernalar, dan Berpolitik,


Max Hendrian Sahuleka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  • SHARE