AYATULLAH ALI KHAMENEI | BAHAYA CINTA DUNIA : BELAJAR DARI PERANG UHUD

 

Ayatullah Ali Khamenei berkata :

Dalam Perang Uhud, kaum muslimin pada awalnya meraih kemenangan. Yakni, mereka menyerang dan berhasil memukul mundur musuh. Namun, karena ketamakan duniawi, mereka kehilangan posisi strategis. Keadaan pun berbalik.

Al-Quran menjelaskan hal ini. Allah berfirman : "Allah benar-benar telah menepati janji-Nya kepada kalian." Kami berjanji jika kalian berjihad di jalan Allah, Kami akan memberi kemenangan. Kami telah menunaikan janji Kami. Kalian mampu menekan mereka dan hampir mengalahkan mereka dengan izin Allah. Pada awalnya kalian mampu

Jadi, di sini Allah melakukan "tugas"-Nya. Allah telah menepati janji yang telah Dia berikan kepada kalian. Namun, apa yang kalian lakukan setelah itu ? Alih-alih bersyukur atas janji dan anugerah ilahi ini, justru kalian menjadi lemah (fashiltum). Mata kalian tertuju pada rampasan perang, kalian melihat sebagian orang mulai mengumpulkan rampasan. Kalian pun menjadi lemah (fashal). Kalian pun mulai saling berselisih.

Lihatlah, perlu dilakukan tinjauan ilmiah sosiologis terhadap frasa-frasa yang digunakan ayat Al-Quran ini. Bagaimana sebuah negara, sebuah pemerintahan, sebuah rezim bisa maju. Bagaimana ia bisa terhenti, dan bagaimana ia bisa runtuh, temukanlah hal-hal ini dalam ayat-ayat Al-Quran tersebut, "Hingga kalian menjadi lemah, berselisih dalam urusan itu. Kalian membangkan, tidak peduli."

Rasul telah memerintahkan kalian melakukan sesuatu, namun kalian tidak melakukannya. Ketika keadaan menjadi seperti itu, setelah Allah mengabulkan apa yang kalian inginkan, yaitu kemenangan ilahi itu, Dia telah menunjukkan kepada kalian, kalian hampir mencapai kemenangan penuh, tetapi kalian bertindak seperti itu. Maka. di sini juga, Allah SWT kembali bertindak sesuai dengan sunnatullah-Nya. Dia mencabut kuasa kalian atas mereka. Artinya, kalian dikalahkan. Inilah sunnatullah.

Di ayat sebelumnya, sunnatullah adalah menghadapi rasa takut akan musuh dan maju. Di ayat ini, sunnatullah adalah bahwa di hadapan ketamakan duniawi, mencari kenyamanan, tidak mau berjuang, enggan bersusah payah, ingin mencari kesenangan, dan semacamnya, kalian akan menyengsarakan diri kalian sendiri dan orang lain. Dua ayat dalam Surah Ali Imran menjelaskan kedua sunnatullah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  • SHARE